Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah peran para kyai pendiri NU yang wajib di ketahui warga Nahdliyin

 

Inilah peran para kyai pendiri NU yang wajib di ketahui warga Nahdliyin

GUDANG KITAB KUNING _  Inilah peran para kyai pendiri NU yang wajib di ketahui warga Nahdliyin

Sebagaimana kita ketahui, NU di dirikan tidak secara instan, melalui pemikiran, renungan seta rundingan dan kesepakatan para ulama terkemuka pada  saat itu. Dengan proses yang panjang itu, NU di dirikan sebagai wadah  para kyai pesantren untuk perjuangan islam ahlussunnah wal jama’ah. Dalam perencanaan pendirian NU para kyai mempunyai peran sendiri-sendiri. Dengan kekompakan peran masing-masing tersebut sehinnga dapat berdiri suatu organisasi islam yang kokoh yang mampu bertahan hingga sekarang dan tetep terjaga oleh para kyai-kyai Nusantara sekarang.

Adapun peran para kyai dalam pendirian NU dapat di lihat sebagai berikut.

1.       KH. HASYIM ASY’ARI

Beliau merupakan sosok kyai karismatik, luas wawasanya dan keilmuannya tidak di ragukan lagi. Beliau berasal dari Tebuireng,Jombang. Beliau merupakan sang deklarator berdirinya NU. Pada awalnya ,gagasan untuk mendirikan organisasi  di sampaikan kyai Wahab Hasbullah kepada kyai Hasyim Asy’ari. Namun gagasan tersebut tidak langsung di iyakan kyai Hasyim Asy’ari. Beliau merenung dan berfikir cukup lama. Namun titik terang mulai muncul setelah kyai Hasyim Asy’ari mendapat izin dari gurunya yaitu syekh Kholil Bangkalan lewat isyarat yang di bawa oleh KH. As’ad Syamsul Arifin yang pada waktu itu masig nyantri pada syekh Kholil, untuk mendirikan sebuah organisasi seperti yang di usulkan oleh kyai Wahab.

KH. Hasyim Asy’ari pernah menjabat sebagai rais akbar NU pada tahun 1926-1947. Pada muktamar NU tahun 1930, beliau menulis anggaran dasar  NU yang kemudian di kenal dengan Qannun al Asaasii Jam’iyat Nahdlatul Ulama.

Dari anggaran dasar NU tersebut ada tiga poin terpenting yang menjadi catatan, antara lain   sallling mengenal satu sama lain, adanya kemauan ingin bersatu, dan memiliki sifat saling tenggang rasa, bersimpati, serta toleransi.

 

2.       K.H. ABDUL WAHAB HASBULLAH

Beliau merupakan kiai asal  Tembak  Beras, Jombang. Beliau sosok inisiator dan motoric berdirimya NU. Sebelum NU,Nahdlatui Wathan , Syubanul ,dan Nahdlatul Tujar lahir melalui tangan Kiai Wahab. Beliau berusaha meyakinkan KH.Hasyim Asy’ari perlunya sebuah organisasi sebagai wadah kyai-kyai pesantren dan nantinya di kendarai oleh para kyai pesantren. Usaha beliau berhasil dan NU pun berdiri. Kyai Wahab tidak mau menduduki jabatan tertinggi di NU karena merasa ada seniornya yang lebih pantas, beliau hanya menjabat sebagai Katib Awal.

 

3.       KH. AS’AD SYAMSUL ARIFIN

KH. As’ad berperan sebagai mediator berdirinya NU. Beliau seorang kyai yang berasal dari Situbondo. Pada saat masih nyantri di pondok pesantren kyai Kholil, kyai As’ad di utus oleh kyai Kholil untuk menyampaikan isyarat izin dan restu kepada kyai Hasyim. Isyarat restu itu di berikan kyai Kholil kepada kyai Hasyim dua kali. Yang pertama berupa tongkat dan bacaan surat Thoha ayat 17 sampai 23. Isyarat restu yang kedua berupa tasbih dan bacaan ya Jabbar ya Qohhar. Kedua isyarat restu tersebut yang menyampaikan adalah kyai As’ad.

 

1.       KH. BISRI SYANSURI

Beliau merupan salah satu tokoh yang ikut menghadiri pertemuan para ulama di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926. Beliau di tetapkan menjadi wakil Rais Aam NU menggantikan kyai Wahab yang menggantikan posisi kyai Hasyim Asy’ari yang meninggal pada tahun 1971.

 

2.       KH. AHMAD DAHLAN IBNU MUHAMMAD AHYAD

Kyai Dahlan merupakan salah satu tokoh pendiri NU, pernah menjabat sebagai wakil Rais pertama pada tahun 1926. Salah satu pesan beliau adalah semua kyai pesantren dan para santri tidak boleh keluar dari aqidah Aswja. Pesan dari kyai Dahlan lainnya yaitu mengharuskan hubungan antar pesantren SELURUH Nusantara agar tetap bersatu di bawah komando dari kyai Hasyim Asy’ari. Beliau juga berpesan pada saat melawan penjajah , kyai dan santri harus tetap bersatu tidak boleh bercerai berai.

 

3.       K.H.R. ASNAWI

Kyai Asnawi di tetapkan sebagai Mustasyar pertama pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya. Beliau juga di kenal sebagai penggerak di lapangan pada masa penjajahan dengan tekad mempertahankan bumi Nusantara.

 

4.       K.H. MAS ALWI BIN ABDUL AZIZ

KONTRIBUISI KYAI Alwi yang masih terkenang hingga sekarang adalah sebagai NAHDLATUL ULAMA . Sebelumnya NU akan di beri nama Nuhudlu ulama, namun para kyai lainya sepakat memberi nama Nahdlotul Ulama yang di usulkan oleh kyai Mas Alwi.

 

5.       K.H. RIDWAN ABDULLAH

Beliau merupakan creator utama pembuatan lambang NU. 9 Oktober  1927 di selenggarakan muktamar NU ke-2 di Surabaya. Pada saat muktamar tersebut,kyai Abdullah memperkenalkan secara resmi lambang tersebut lengkap dengan arti dari setiap detail lambang NU tersebut.

Dalam berdirinya NU selain tokoh di atas,syekh Kholil Bangkalan juga mempunyai peran yang penting. Beliau merupakan guru dari KH. Hasyim Asy’ari. Beliau merupakan pemberi  restu atas keresahan dan kegelisahan kyai Hasyim, lewat dua isyarat yang di sampaikan kyai Kholil lewat kyai As’adz seperti yang sudah di jelaskan pada poin 3 di atas.

Dengan sedikit mengerti siapa tokoh-tokoh di balik berdirinya NU, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat bagi kita semua. Aamiin.

Sekian , semoga bermanfaat.

 

Post a Comment for "Inilah peran para kyai pendiri NU yang wajib di ketahui warga Nahdliyin"